Berbagai pendekatan dalam rangka memahami makna pembelajaran, antara lain :
- · Pendekatan Filsafat.
a. Idelisme, pembalajaran adalah kegiatan Tanya jawab (dialektika) antara guru dengan siswa, melatih keterampilan siswa, serta pemberian teladan dalam hal pengetahuan, nilai dan moral dalam keyakinan dan tingkah lau guru, agar siswa dapat menemukan jawaban atas masalah yang dihadapinya sehingga dapat mengetahui pengetahuan yang esensial yang sudah diterima benar dan berlaku sepanjang zaman, serta dapat mengembangkan karakter dan bakat-bakatnya. Idealisme menghendaki diaplikasikannya strategi penemuan (discovery) melalui Tanya jawab (dialektika) dan berpikir deduktif. Guru tidak menyajikan materi pembelajaran yang telah selesai diolah tuntas oleh sendiri. Sekalipun pembelajaran ini berpusat pada guru, namun dalam mengolah materi pembelajaran siswalah yang harus melakukan dan menemukan inti dari materi pembelajarannya sendiri. Sebagai contoh seorang guru menjelaskan materi laju reaksi secara umum kemudian siswa dituntut untuk menemukan masalah dengan cara Tanya jawab dan menemukan inti dari materi laju reaksi yang diajarkan oleh guru tersebut.
b. Realisme, menghendaki pembelajaran dan pengelolaan kelas yang berpusat pada guru. Siswa diharapkan belajar dari pengalaman langsung maupun tidak langsung melalui strategi inquiry, discovery, pembiasaan dan berfikir induktif.
c. Pragmatisme, menghendaki pembelajaran yang berpusat pada siswa, berpusat pada masalah, berpusat pada aktivitas dan bersifat interdisipliner (terpadu). Karena pragmatisme menghendaki kurikulum pendidikan yang tidak boleh terpisahkan dari keadaan masyarakat dimana siswa berada, maka pembelajarannya juga bersifat kontekstual dan berbasis pada masyarakat. Pragmatisme mengungkapkan bahwa guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar memecahkan masalah melalui aktivitas.
d. Konstruktivisme, konstruktivisme dinilai sebagai salah satu bentuk pragmatisme. Dalam konstuktivisme siswa dituntut untuk mengembangkan konsep dan pengertian tentang sesuatu.
e. Eksistensialisme, guru mendampingi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya dan kebutuhannya untuk sampai pada penyadaran diri dan mengembangkan komitmen yang berhasil mengenai sesuatu yang penting dan bermakna bagi keberadaannya.
f. Filsafat pendidikan nasional (pancasila). Pendidik, peserta didik dan sumber pembelajaran harus sejalan agar mencapai tujuan yang diharapkan.
· 2. Pendekatan psikologi terhadap pembelajaran
Berikut konsepsi tentang pembelajaran berdasarkan pendekatan ketiga aliran psikologi.
a. Behaviorisme. Pembelajaran adalah kegiatan guru menciptakan kkondisi lingkungan sebagai stimulus berupa tugas,berupa tugas untuk direspon oleh siswa, yang dilakukan dalam bentuk pembiasaan atau latihan setahap demi setahap secara rinci.
b. Kognitif. Pemmbelajaran adalah kegiatan guru mrmbimbing siswa melakukan proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi agar siswa dapat mengnembangkan kemampuan atau fungsi-fungsi kognitifnya secara optimal, kemampuan hubungan social, dan menggunakan kecerdasannya secara bijaksana.
c. Humanisme. Pembelajaran adalah kegiatan guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar melalui proyek-proyek terpadu yang menekankan pada studi-studi social yang didasarkan atas pemuasan kebutuhan dan kepribadian siswa agar siswa memperoleh pemahaman dan pengertian dalam rangka pengembangan social.
3. Pendekatan sistem terhadap pembelajaran
Berdasarkan pendekatan system, pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu keseluruhan terpadu yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi secara fungsional dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Terdapat berbagai komponen yang terlibat didalam pembelajaran. Komponen-komponen pembelajaran itu adalah tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai, materi pembelajaran yang akan disajikan, metode pembelajaran yang akan digunakan, media pembelajaran, dan penilaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar